Senin, 22 Februari 2010

Tafakur bagian kesatu

seandainya aku dilahirkan oleh batu
maka akan ku tendang makhluk yang bernama wanita
gila...sarap...sinting
mengapa masih kutatap langit mendung
padahal hujan sebentar lagi mau turun

mestikah kulepaskan topeng ini
sebab sesak sudah nafasku karenanya
berbatang-batang rokok kretek yang ku hisap
tak juga reda segala gundah yang ada

dan ditengah keterasingan sangat sunyi
ku duduk dilantai tiga tetap menghisap rokok kretek
memandang keluar jendela, melihat lalu lalang kendaraan
dan sebuah truk pasir melintas berisi muatan penuh

anganku melayang tak karuan, terbang tinggi diatas awang-awang

Jumat, 19 Februari 2010

Pemahaman

kumpulan huruf yang disatukan
akan menjadi kata
kumpulan kata yang disatukan
akan menjadi kalimat
kumpulan kalimat yang disatukan
akan menjadi bahasa
kumpulan bahasa yang disatukan
akan menjadi suatu pemahaman

hmmm...sejauh ini
masih banyak pertanyaan
apa jadinya bila saja
kumpulan pemahaman itu disatukan?
seperti halnya memahami
seperti apa diri ini sebenarnya
jadi bagaimana mungkin
aku bisa memahami dirimu?

Kamis, 18 Februari 2010

Lebih baik kosong

Ya, kosong yang berarti tak ada
tak ada makna
tak ada kata
tak ada apa-apa
karena apabila ada satu
nanti aku ingin dua
kemudian tiga,
empat, lima, enam,
sampai tak berbatas

biarlah aku dalam kekosongan
biar tak merasakan apa-apa
sebagai apa
memiliki apa
dan perlahan semuanya
akan kembali sirna
hilang tak berbekas

Selasa, 16 Februari 2010

Di atas bis Kp. Rambutan - Merak

senja merambat
padat merayap
menjelang gelap
hilangkan penat

isi hari bersama sahabat
melihat sambil berharap

@ Jakarta, December 30, 2009 - 18:04

Pagi dalam toilet

merenung diatas kloset

tanpa kepulan asap kretek

membayangkan satu koma tiga milyar rupiah

yang setiap pagi melaju di jalan raya ibukota

sementara dari luar sana kudengar suara istriku sedang mengupas bawang merah

siapkan sarapan

menggoreng nasi sisa kemarin

sedangkan aku

tetap termenung diatas kloset

berpikir untuk membeli beras dihari ini


@ Cilegon, December 29, 2009 - 06:40

Selepas subuh

tidur yang hanya sekejap
akhirnya dapat terlelap
lepas penat
penuh harap
kadang cemas
bikin lemas
tambah malas
awas terlibas!

mesti mawas
otak waras
panas dan keras
usir was was
kipas kipas
hambat tewas
moga puas

@ Batang, December 26, 2009 - 04:32

Au ah lap!

kemarin saja bisa terlelap

malam ini tak bisa lelap

kucoba tatap awan yang hitam

dikelilingi taburan bintang


ku kira semua tlah terjawab

namun masih jadikan harap

apa gerangan yang tersirat?

sejuta tanya belum tersingkap

@ Cilegon, December 18, 2009 - 03:56

Jawab

masih belum bisa terlelap

diantara sunyi senyap

dua malam ku menghadap

curahkan harap hilangkan penat


buka-buka lembaran gelap

moga-moga hanyalah silap

tanya-tanya dapatkan jawab

sebab-sebab ada terlewat


@ Cilegon, December 16, 2009 - 08:00

Tanya

ku berlari pada aksara

sekedar merajut kata

kemana lagi mesti bertanya

takala teman tak ada...kawan terlena


entah ya pada kemana

di saat duka datang melanda

baiknya diam saja

saat suka pasti meraja

@ Cilegon, December 15, 2009 - 17:54

Ereksi ditengah sunyi II

menata huruf
merangkai kata
tanpa makna
susah di cerna

suka
duka
lara
tak kentara

pejam
tak bisa
diam
tak kuasa

langkah
lelah
duduk
makin busuk

tuang lagi
masih terisi
bakar lagi
sekar meninggi
@ Cilegon, December 14, 2009 - 03:15

Ereksi ditengah sunyi I

tengah malam lagi
dikelilingi sepi
kian menjadi
tengok kanan
tengok kiri
semua tlah mati
terbuai mimpi
apa mau peduli?
tak sudi!

@ Cilegon, December 14, 2009 - 02:15

Adzan Subuh

masih belum tergerak

suara lantang ke segala arah

sholat itu lebih baik daripada tidur

tapì belum juga mau tergerak

terikat rantai dan terbelenggu!

@ Cilegon, December 13, 2009 - 04:37

Senin, 15 Februari 2010

Tahajud di dunia maya

ku bersujud disini
menyembahMu...
tanpa hamparan sajadah
tiada berkopeah
ku mohonkan do'a untuk semua
ku panjatkan harapan hanya pada Mu...yaa Allah yaa Rabb
mohon ampunan untuk para guru, pemimpin, kawan, lawan, sahabat, keluarga serta diri kami...amin
karena Engkau Maha Mendengar dan selalu terjaga


@ Cilegon, December 13, 2009 - 2:15

Kelam (kolaborasi dengan neng Ntin)

Saya :

terbelenggu diantara keinginan
terpasung diantara kenyataan
pikiran terus menjelajah liar...
tanpa arah...tiada sudah

tak guna bayang-bayang penuh warna
kilau emas gemerlap permata

redup...tertutup awan kelam


Neng Ntin :

liar lapar dan terkapar...
Sepi dalam sunyi
Diam dalam kelam
Sembunyi dan lari
Gelap! Kapan kah kau terlelap?

Saya :

lapar telah terganjal
haus sudah terurus
malam merambat ke permukaan
tanpa kantuk dapat menahan

Neng Ntin :

kantuk serasa mengutuk...
sesal serasa terganjal...
kerinduanku kepada siapa aku memekakkan ..
harus kah ku bertanya kepada bulan?
berteriak kepada bintang?...
atau aku harus menghujat malam?
dan menggerutu pada alam?

Saya :

malam kelam yang datang tak akan pernah dapat dipantang

resah gundah gelisah memang sialan

amarah lebih terhormat daripada menyerah kalah...

@ Cilegon, December 13, 2009

Menggapai Fatamorgana

setelah sekian lama berjalan
melewati padang tandus nan gersang
akan kah ku hentikan langkah
dan menjadikan semua nya sia-sia?

sementara sudah terlihat
telaga disebrang sana
bayangkan air yang jernih
sekedar basahi kerongkongan yang haus

dan....haruskah terus berjalan
ketika jiwa dan raga letih
sementara peluh tlah mengering
dan berganti dengan tetesan darah

@ Cilegon, December 12, 2009 : 12:34

Insomnia

ku rindu pagi...
embun...
kicau burung...
tukang roti...

entah sampai kapan kan terbujur kaku diatas pembaringan
di kala sang surya mulai mengintip sorotkan sinarnya
malam demi malam yang kian mencekam
membelenggu semua mimpi dan harapan

ku rindu pagi...
embun...
kicau burung...
ayunan sapu lidi...


@ Cilegon, December 12, 2009 - 11:23

Kupu-kupu dibawah sinar rembulan

Seperti biasanya...
dengan sayap mengembang sambut sang malam
ikuti dentingan irama harpa...
riuh gaduh sorak sorai
sesekali menyapa si Jhonny sang Pejalan...
senyum nakal lewati kerlingan
karena Bintang yang bertaburan tiada redakan gundah
tak lagi risaukan jala para pangeran patahkan sayap nan indah
malam ini...
entah sampai kapan

@ Cilegon, December 11, 2009 - 02:30

Pejalan

masih tentang perjalanan dan mengenakan sepatu usang
tanpa menyandang ransel dan hamparan
terjal mendaki diantara kerikil kecil....
debu tertiup angin
menerebos rimba belantara kemunafikan
menerjang kegelapan yang samar-samar
merintih dan sesekali mengerang......
sendiri dan terus melaju....
sampai lelah....
sampai terhenti.....
dan sampai mati

@ Cilegon, December 09, 2009 - 20:42