Senin, 15 Februari 2010

Pejalan

masih tentang perjalanan dan mengenakan sepatu usang
tanpa menyandang ransel dan hamparan
terjal mendaki diantara kerikil kecil....
debu tertiup angin
menerebos rimba belantara kemunafikan
menerjang kegelapan yang samar-samar
merintih dan sesekali mengerang......
sendiri dan terus melaju....
sampai lelah....
sampai terhenti.....
dan sampai mati

@ Cilegon, December 09, 2009 - 20:42

Tidak ada komentar: