Sabtu, 11 Desember 2010

KRITERIA PEMIMPIN

1. RENDAH HATI, Seorang pemimpin bukanlah orang yang harus di istimewakan. Dia adalah hanya sekedar orang yang ditinggikan seranting, yang didahulukan selangkah, yang dilebihkan serambut dan dimuliakan sekuku. Artinya, dia adalah seorang yang dapat dijangkau oleh orang biasa, dia berada ditengah-tengah dan paham kondisi yang ada.

2. TERBUKA UNTUK DIKRITIK, Seorang pemimpin akan banyak menerima keluhan bahkan kritik tajam. Kritik tajam tidak harus ditanggapi dengan sikap arogan. Seorang pemimpin harus terbuka menerima kritik dan memikirkannya secara mendalam. Dia tidak akan menganggap kritikan sebagai hujatan dan orang yang mengkritik sebagai lawan. Orang yang mengkritik akan diperlakukan sebagai “Mitra”. Dia akan menerima kritikan sebagai nasehat dalam rangka memperbaiki kualitas kerja, meluruskan dari kemungkinan buruk untuk dilakukan perbaikan.

3. MEMEGANG AMANAH, Seorang pemimpin adalah orang yang mendapat amanah untuk membangun menuju kehidupan yang lebih baik dan dioa memegang amanah itu dengan adil. Dia harus membela kepentingan yang lebih banyak. Dia harus membahagiakan saat dia juga berbahagia. Dia harus membela yang benar walau harus berkorban. Rela berada dalam kesulitan ketika yang dipimpin dalam kesulitan. Bahkan seorang pemimpin rela mati demi membela yang baik dan benar. Dia tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan perbuatan sewenang-wenang. Dia tidak akan menyalahgunakan kekuasan untuk memuaskan ambisi pribadi. Selain itu, dia harus taat kepada Allah SWT, karena dia mendapat amanah sebagai pemimpin dimuka bumi.

4. BERLAKU ADIL, Seorang pemimpin harus meletakkan soal penegakan keadilan sebagai sikap yang essensial. Seorang pemimpin harus mampu menimbang dan memperlakukan sesuatu dengan seadil-asilnya bukan sebaliknya berpihak pada seorang secara berat sebelah. Orang yang “LEMAH” harus dibela hak-haknya dan dilindungi, sementara orang yang “KUAT” dan bertindak zhalim harus dicegah dari tindakan sewenag-wenangnya.

5. KOMITMEN, Seorang pemimpin hendaklah memiliki komitmen yang kuat terhadap kepentingan yang lebih banyak. Tidak boleh mengabaikan aspirasi yang ada, terlebih kalu aspirasi itu merupakan hasil musyawarah. Dia harus menjalankan kewajiban dan konsisten pada konstitusi dan aturan serta perundangan lain yang telah disepakati.

6. DEMOKRATIS, Seorang pemimpin secara teguh memegang prinsip demokratis. Pemimpin tidak boleh sembarangan memutuskan sesuatu hal sebelum adanya musyawarah mufakat. Keterlibatan bersama semua pihak dalam memutuskan sesuatu bersama akan dapat memberikan kepuasan, sehingga apapun yang akan terjadi di kemudian hari, baik buruknya bisa ditangtgung bersama.

7. TAAT, Seorang pemimpin akan mentaati aturan dan mendengar suara atau aspirasi yang ada. Semua dilakukan dalam rangka memohon pertolongan dan ridho Allah SWT semata. Dengan senantiasa berbakti kepada-Nya, terutama dalam menegakkan sholat lima waktu atau yang haq dan sunnah. Seorang pemimpin hanya akan mendasari sesuatu semata karena Allah SWT dengan tekad untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang keji dan tercela. Selanjutnya ia akan mampu mengawasi dirinya dari perbuatan-perbuatan hina. Dengan melakukan sholat yang baik dan benar sebagaimana tuntunan ajaran Islam akan dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar.

Tidak ada komentar: